Langsung ke konten utama

STRATEGI MEREK


    Dengan menggunkan dimensi kategori produk dan merek sebagai acuan, ada 4 strategi merek yang tersedia bagi perusahaan, yaitu :
a.       Strategi merek baru. Strategi ini dilakukan dengan memberikan merek baru untuk kategori produk baru. Sebagai contoh produsen Sosro sudah memiliki teh botol Sosro yang terkenal. Pada saat membuat kategori baru, yaitu teh rasa buah, perusahaan ini menggunakan merek baru Fruit Tea. Perusahaan ini tentu memiliki pertimbangan tidak menggunakan merek Sosro Rasa Buah.
b.      Strategi perluasan lini. Strategi ini dilakukan dengan menggunakan merek yang lama untuk kategori produk yang sudah ada. Sebagai contoh PT. Bayer indonesia menggunakan pendekatan ini. Untuk semua produk obat nyamuk, yang tersedia dalam bentuk aerosol dan bakar, digunakan merek Baygon.
c.       Strategi perusahaan merek (brand extension). Dalam strategi ini digunakan merek yang sudah ada untuk kategori produk baru. Akhirnya semua produk akan memiliki merek sama. Strategi ini diterapkan oleh PT. Maspion Indonesia dengan memberikan merek maspion untuk semua kategori produknya, seperti kipas angin, kompor gas, dll.
d.      Strategi multimerek. Apabila menggunakan startegi ini, perusahaan memberikan merek baru untuk kategori produk yang sudah ada. Hasilnya, sebuah perusahaan bisa memiliki beberapa merek sekaligus untuk kategori produk yang sama. Misalnya Indofood menggunakan menggunakan merek Indomie, Supermie, Pop Mie, untuk kategori Mie Instan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akuntansi Manajemen (BEP)

PT.Toba Travel adalah agen perjalan yang khusus melayani penrbangan antara pulai Nias – Medan, agen ini mengenakan tariff tingkaet Merpati Air Liners untuk penerbangan pulang pergi sebesar Rp. 1.800.000. sampai dengan bulan ini, Merpati AirLines membayar komisi sebesar 10% dari harga tiket perpunumpang yang ditanggung agen tersebut, dimana ini komisi ini merupakan satu-satunya sumber pendapatannya. Kos tetap perbulan yang ditanggung agen ini sebesar Rp. 18.000.000 (untuk membayar gaji, sewa dan lain-lain), sedangkan kos variable perunit sebesar Rp. 40.000 per tiket. Merpati Airlines pada bulan ini melakukan revisi pemberian komisi kepada seluruh agen perjalanannya, dimana komisi akan diberikan sebesar 10% per tiket sampai maksimum Rp. 100.000 mana yang lebih tinggi. Bagi tiap tiket dengan harga lebih dari rp. 1.000.000 maka Merpati Airlines hanya akan membayar komisi sebesar Rp. 100.000 berapa pun harga tiket tersebut. Pajak atas pendapatan 30% Berdasarkan data diatas hitunglah s...

Akuntansi Manajemen (TT 1)

TUGAS TUTORIAL   KE- 1 PROGRAM STUDI MANAJEMEN Nama Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen Kode Mata Kuliah : EKMA 4314 Jumlah sks : 3 sks Nama Pengembang : Wagini, S.E., M.Ak Nama Penelaah : Wiwin Siswantini, SE., MM. Status Pengembangan : Baru Tahun Pengembangan : 2019.2 Edisi Ke- : 1 No Tugas Tutorial Skor Maksimal Sumber Tugas Tutorial 1 1.     PT ABC memiliki lima karyawan yang bertanggung jawab untuk melakukan pemrosesan faktur pembelian. Masing-masing karyawan mendapat bayaran gaji tetap sebesar Rp 95. .000.000 per tahun dan mampu untuk memproses sebanyak 45.0 00 faktur per tahun jika bekerja secara efisien. Sebagai tambahan dari pengeluaran berupa pembayaran gaji, PT ABC ...

Manajemen Rantai Pasokan T1

TUGAS TUTORIAL   KE-1 PROGRAM STUDI MANAJEMEN Nama Mata Kuliah : Manajemen Rantai Pasokan Kode Mata Kuliah : EKMA4371 Jumlah sks : 3 sks Nama Pengembang : Ida Ayu Made Er Meytha Gayatri, M.M Nama Penelaah : Andy Mulyana, M.M Status Pengembangan : Baru Tahun Pengembangan : 2019.2 Edisi Ke- : 1 No Tugas Tutorial Skor Maksimal Sumber Tugas Tutorial 1 Keberhasilan manajemen rantai pasok memerlukan fungsi individual untuk menyatukan aktivitas-aktivitas pada proses bisnis inti rantai pasok dan mengoordinasikannya. Jelaskan proses bisnis inti dalam manajemen rantai pasok! 20 Modul 1 KB 1 2 Jelaskan kaitan antara manajemen sediaan, manajemen l...