Harga sekumpulan produk dari satu perusahaan harus diatur
sedemikian rupa untuk memperooleh keuntungan untuk yang
optimal.
Penetapan
harga bauran produk mencakup :
a.
Product-Line Pricing. Umumnya perusahaan
menawarkan beberapa item produk sekaligus. Manajemen tentu menetapkan selisih
harga yang teratur (price-step) mulai dari item sederhana sampai ke yang paling
mewah. Adapun selisih harga tersebut harus mempertimbangkan perbedaan biaya,
antartipe, evaluasi perbedaan fitur dan harga-harga pesaing.
b.
Optional Featur pricing. Teknik ini merupakan
penawaran harga akhir yang didasarkan pada perlengkapan tambahan (fitur) yang
diinginkan pembeli.
c.
Captive-Product Pricing. Misalkan anda membeli
printer laser HP. Secara rutin, anda harus membeli perlengkapan printer
tersebut (misalnya toner)yang hanya dari HP, tidak bisa dari perusahaan lain. Inilah
yang disebut captive product.
d.
Two-Part Pricing. Adalah suatu metode penetapan
harga dengan menggunakan step atau perbagian. Contohnya anda memasuki TMII
melaukan pembayaran tiket, tapi ketika sudah masuk TMII untuk memakai atau
menikmati fasilitas TMII anda dikenakan biaya lagi.
e.
Byproduct Pricing. Produksi dari beberapa barang
sering menghasilkan produk sampingan. Kalau memang produk sampingan itu punya
nilai maka harga yang ditetapkannsebaiknay sesuai dengan nilainya di mata
konsumen. Apabila mendatangkan pendapatan yang berarti maka produk sampingan dapat
mengurangi harga produk utama.
f.
Product-Bundling Pricing. Beberapa produk yang
dijual sekaligus umumnya lebih murah dibanding kalau dijual satu-satu. Selain merangsang
konsumen untuk membeli lebih banyak, tujuan bundling pricing adalah untuk
memperkenalkan item kurang laku, yang didomplengkan dengan item yang laku.
Komentar
Posting Komentar